ARGA MAKMUR. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mendukung kebijakan pemerintah untuk efisiensi anggaran. Pelaksanaan efisiensi belanja ini tindak lanjuti dari Surat Edaran Bupati Bengkulu Utara Nomor 900.1.12/1412/BKAD. Langkah efisiensi ini diambil sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Surat edaran ini bertujuan untuk menjadi pedoman bagi kepala SKPD dalam melaksanakan kebijakan efisiensi anggaran APBD Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2025. Efisiensi anggaran dalam Inpres No. 1 Tahun 2025 harus dilakukan dengan pendekatan yang strategis dan terarah.
Dalam SE tersebut ditegaskan beberapa hal:
1. Melakukan langkah-langkah penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja dalam APBD Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2025.
2. Memfokuskan alokasi anggaran belanja pada target kinerja pelayanan publik serta tidak berdasarkan pemerataan antar perangkat daerah atau berdasarkan alokasi anggaran belanja pada tahun anggaran sebelumnya dengan tetap berpedoman peraturan perundang-undangan.
3. Membatasi belanja kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi dan seminar/focus group discussion.
4. Mengurangi belanja perjalanan dinas untuk setiap perangkat daerah sebesar 52,5%.
5. Membatasi honorarium melalui pembatasan jumlah tim dan besaran honorarium dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai standar harga satuan regional
6. Mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur.
Efisiensi belanja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp. 25.925.667.047. Hasil efisiensi belanja dialihkan ke bidang pendidikan, kesehatan, Infrastruktur dan Sanitasi, Optimalisasi penanganan pengendalian inflasi, Stabilitas harga makanan dan minuman, Penyediaan cadangan pangan, dan Prioritas lainnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.